Pergilah!
Aku tidak ingin melihatmu, sejujurnya bukanlah wajahmu yang
kubenci melainkan perasaanku yang sakit ketika kamu meninggalkanku!
Meninggalkanku dalam kesunyiaan dan membuatku tidak berdaya akan kehidupanku
sendiri
Notice the words to make peace in the world
Hidup ini terlalu indah untuk bersedih
tetapi terkadang terlalu berat untuk dijalanin. Apakah manusia yang memiliki
rasa peka itu, hidupnya akan selalu ditudung rasa duka yang mendalam? Terkadang,
aku tidak mengerti, haruskah aku memahami ini semua atau cukup tidak
dipedulikan.
Film-film di stasiun televisi itu seperti membawa nuansa
tersendiri. Kali ini di tahun 2015-2016 Indonesia di landa demam film drama
Turki dan India. Hampir setiap stasiun televisi menanyakan film asal dua negara
tersebut. Bagaimana dengan sinetron Indonesia? Apakah masih bergeming dan
menarik peminat pemirsa di rumah?
Ketika Rasa itu datang, hati ini terasa perih. Karena rasa yang
datang adalah keraguan. Seiring waktu berjalan, aku benar-benar tak bisa
berkutik dengan waktu yang kian tik tok tik tok. Taukah kamu isi jeritan hati
ini? Taukah kamu rasa takutnya jiwa ini? Apakah kamu kan mengerti rasa ini kian
tajam bagai pisau yang akan menusukku tanpa ampun.
Aku ingat sejak dulu aku berkeinginan untuk menjadi seorang penulis dan setiap kali melihat mereka yang sukses ada rasa kagum dan cemburu merasuk dalam sanubariku. Entahlah apa yang aku cemburukan kepada mereka, mungkin aku cemburu karena mereka memiliki orangtua yang mencari bakat anak-anak mereka dan mendukungnya. Sedangkan aku, orangtuaku tidak pernah mendukung keinginanku itu sejak dulu.
Dasar nasib si jomblo ini kasihan banget, memimpikan bahagia saja selalu berakhir dengan air mata kesedihan. Kenapa seh si sedih ini suka menghampiri hari-hari si jomblo. Sedih melihat undangan pernikahan, sedih mendengar pertanyaan kapan menikah, sedih mendengar sudah tua koq gak nikah-nikah. The words is WORLD Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang