Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Januari 2017

Rasa Sakit

Pergilah!


Aku tidak ingin melihatmu, sejujurnya bukanlah wajahmu yang kubenci melainkan perasaanku yang sakit ketika kamu meninggalkanku! Meninggalkanku dalam kesunyiaan dan membuatku tidak berdaya akan kehidupanku sendiri

Senin, 13 Juni 2016

Tiada Kesempurnaan



Catatan Hati: Tiada Kesempurnaan
 
Sedih hati dan pilu selalu saja bermula dengan beragam perbedaan. Bukankah Indonesia ini berwarna dengan perbedaan yang ada baik suku, bahasa, warna kulit dan juga agama. Perbedaan itulah yang menjadikan Indonesia berbeda dan unik di mata dunia. Beragam suku, budaya, agama bisa hidup rukun dan damai.

Minggu, 20 Maret 2016

Hidup dan Asa

Hidup ini terlalu indah untuk bersedih tetapi terkadang terlalu berat untuk dijalanin. Apakah manusia yang memiliki rasa peka itu, hidupnya akan selalu ditudung rasa duka yang mendalam? Terkadang, aku tidak mengerti, haruskah aku memahami ini semua atau cukup tidak dipedulikan.

Sabtu, 13 Februari 2016

Demam Turki dan India


Film-film di stasiun televisi itu seperti membawa nuansa tersendiri. Kali ini di tahun 2015-2016 Indonesia di landa demam film drama Turki dan India. Hampir setiap stasiun televisi menanyakan film asal dua negara tersebut. Bagaimana dengan sinetron Indonesia? Apakah masih bergeming dan menarik peminat pemirsa di rumah?

Senin, 01 Februari 2016

Ragu Menyusup Kalbu

Ketika Rasa itu datang, hati ini terasa perih. Karena rasa yang datang adalah keraguan. Seiring waktu berjalan, aku benar-benar tak bisa berkutik dengan waktu yang kian tik tok tik tok. Taukah kamu isi jeritan hati ini? Taukah kamu rasa takutnya jiwa ini? Apakah kamu kan mengerti rasa ini kian tajam bagai pisau yang akan menusukku tanpa ampun.

Jumat, 29 Januari 2016

Panutan

Aku ingat sejak dulu aku berkeinginan untuk menjadi seorang penulis dan setiap kali melihat mereka yang sukses ada rasa kagum dan cemburu merasuk dalam sanubariku. Entahlah apa yang aku cemburukan kepada mereka, mungkin aku cemburu karena mereka memiliki orangtua yang mencari bakat anak-anak mereka dan mendukungnya. Sedangkan aku, orangtuaku tidak pernah mendukung keinginanku itu sejak dulu.

Aku akui sejak kecil aku ingin menjadi sosok penulis tetapi keinginan itu selalu dijadikan bahan ejekan baik dari pihak keluarga mama. Selalu mengejek hal itu, selain itu karena tidak ada dukungan dan panutan, impian itu hanya aku pendam saja.

Sabtu, 23 Januari 2016

Air Mata Kesedihan

Dasar nasib si jomblo ini kasihan banget, memimpikan bahagia saja selalu berakhir dengan air mata kesedihan. Kenapa seh si sedih ini suka menghampiri hari-hari si jomblo. Sedih melihat undangan pernikahan, sedih mendengar pertanyaan kapan menikah, sedih mendengar sudah tua koq gak nikah-nikah. 

Dasar jomblo hidupnya selalu saja dibandingkan dengan si A, si B, si C hingga si Z meskipun si jomblo tidak mengenal tuh orang siapa, tetap saja si jomblo wajib hukumnya merena dan mengeluarkan air mata kesedihan.

Rabu, 20 Januari 2016

Jangan Bunuh Rasaku

Aku bisa mati karena rasa yang kau berikan! Rasa ketakutan dan keraguan. Karena aku sudah berulang kali mengalami rasa kecewa. Jangan engkau membunuh rasaku. Aku bisa hancur dan mati! Aku mohon padamu, hi sang bulan dan matahari, Apakah rasa ini bisa membunuhku di antara waktu siang atau malam?

Aku bisa mati karena ketakutan dan tekanan hidup yang kian menyudutkan pandanganku. Aku bagaikan penyair yang tak bisa bersyair. Aku bagaikan tanah liat yang tak terbentuk dengan indahnya. Menunggu sang tangan takdir untuk membentukku menjadi sesuatu yang berarti dan berharga. Karena selama ini aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanyalah seorang tanpa nama dan mengharapkan sesuatu yang indah pada masa yang telah dijanjikan.

Tetapi apa yang kurasakan saat penantian itu akan datang! Rasa ketakutan, rasa cemas yang akan membunuhku. Hi tali maut, datanglah padaku kian cepat. Karena rasa ini aku tidak ingin menanggung beban hidup yang terlalu lama. Jika, nanti semuanya hancur berantakan. Kuatkan aku ya pujangga cinta. Kuatkan aku ya sang pencipta rasa. Berikan aku kekuatan, jangan bubu rasaku tetapi buatkanlah rasaku itu menjadi sesuatu yang manis dan indah. Bukankah aku juga berhak merasakan sesuatu yang manis dan bukan hanya kegetiran dalam kehidupan ini? 

Senin, 18 Januari 2016

Tuhan, Aku Galau!

Hidup ini bagai air yang tenang apakah menyenangkan? Belakangan ini hidupku bagaikan disapu badai. Ada calon yang mau menjadikanku milikinya, senang tapi ragu 100000 kali ragu keraguan ini selalu saja ada. Maklum hubungan internasional yang membuat ragu. Aturan negara yang super dumper rempong. Lebih lagi aturan hati yang selalu gamblang tetapi H2C juga.



Tuhan, jika aku galau bagaimana cara mengatasi riak-riak dan badai yang ingin menumpahkan air dalam gelas yang tidak seberapa ini. Aku sudah tak kuat lagi, ombaknya kencang banget, membuat air yang tidak seberapa ini tumpah dan hampir tak tersisa. Apakah levelku benar-benar berada di dasar?

Jumat, 15 Januari 2016

Perasaan Takut

 
Tuhan, aku merasa takut! Sangat Takut. Ketakutan yang membuat aku ingin menangis disetiap detik dan menit tarikan nafasku. Aku takut jika waktu berlalu dan semua impianku hancur! Aku takut apabila aku terlalu berbahagia maka itu hanya ilusi yang ada di kepalaku. Apakah aku berhak berbahagia Tuhan? Apakah ada kebahagiaan yang Engkau selipkan untukku? Apa aku pantas dan berhak merasakannya?
 

The words is WORLD Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang