Kamis, 04 Februari 2016

Lelaki Tua

Cerpen Dewasa : Lelaki Tua


Lelaki tua itu berjalan terseok-seok, langkahnya tidak lagi sekuat dulu tetapi dia tidak mempedulikan keadaan kakinya yang sudah mulai melemah, membawa beberapa koran pagi di dalam pelukannya. Beradu cepat dengan debu dan polusi yang bertebaran di pagi hari.


Meskipun tertatih-tatih, dia tidak peduli, senyumnya tak pernah memudar meskipun keadaannya sangat buruk. Banyak orang prihatin pada kondisi keadaannya dan membeli selembar koran dari dagangannya. Walaupun mungkin koran itu hanya dibiarkannya di dalam mobil tanpa berniat untuk membacanya. Tetapi koran tersebut merupakan bentuk nafkah baginya si penjaja koran.

Panas semakin terik, tanda siang semakin jelas. Peluh sudah bercucuran di kening, dahi hingga ke pipi. Namun tak dihiraukan sengat panas sang mentari yang memencarkan gairahnya pada bumi ini. Langkah yang kian melambat itu terus saja berjalan dari satu tempat ke tempat lain, saat lampu merah. Ya, apalagi kalau tidak menawarkan dagangannya, koran!

Akhirnya, dia bisa tersenyum karena koran dalam pelukannya sudah habis terjual. Dia pun berjalan perlahan untuk membayar setoran koran. Duduk manis sambil menyantap hidangan siang yang terbungkus pada koran bekas.

Rasa nikmat jelas terpapar pada sorot matanya, meski hanya menyantap nasi dan lauk seadanya. Orang berjalan silih berganti, terkadang berhenti hanya menatap pria tua yang menyantap makan beralas koran. Setelah itu, mereka pun berlalu bersama deru cepatnya kendaraan.

Lelaki tua itu hendak berjalan setelah menikmatin makan siang seadanya itu, dia kembali melangkahkan kaki dan terhenti, saat melihat anak-anak yang sedang memungut sisa-sisa makanan dari tong sampah. Tak tega melihat bocah kecil itu mengais sisa makanan, diberikannya sedikit dari hasil kerja kerasnya seharian penuh. Sehingga anak itu bisa menikmatin makan siang sepertinya.

Tangannya bergetar menyerahkan uang recehan pada bocah kecil itu. Sang bocah menatap tak percaya bahwa dia diberi uang oleh pria tua yang sesekali dilihatnya mengendarkan koran kepada penumpang di jalan raya. Diterimanya uang tak seberapa itu dari hati yang tulus.

Berkah berbagi bagi sang pria tua itu sangat bernilai baginya. Tidak ada pemberitaan mengenai pria tua itu di sosial media. Tetapi dia tetap menikmatin hidup dari kesederhanaan dan kemiskinannya tak membuatnya menutup mata hati untuk berbagi.

Pria tua itu tak lagi kelihatan di mana pun, tak seorang pun tahu di mana rumah pria tua si penjual koran. Banyak yang kehilangan, walau hanya sesaat, posisi pak tua itu pun terganti dengan cepat. Semua melupakan keberadaan lelaki tua itu.

Ditulis oleh; Arndt SP


Terima Kasih Atas Kunjungannya Teman
Judul: Lelaki Tua
Ditulis Oleh Arndt Sp
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Lelaki Tua ini. Sesama pecinta dunia blogger marilah kita saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya dan sudah membaca di sini. Salam Penuh Kasih dan Karya. Arndt SP

0 comments:

Posting Komentar

Thanks to leave good and polite comments here

 

The words is WORLD Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang