Senin, 01 Februari 2016

Ragu Menyusup Kalbu

Ketika Rasa itu datang, hati ini terasa perih. Karena rasa yang datang adalah keraguan. Seiring waktu berjalan, aku benar-benar tak bisa berkutik dengan waktu yang kian tik tok tik tok. Taukah kamu isi jeritan hati ini? Taukah kamu rasa takutnya jiwa ini? Apakah kamu kan mengerti rasa ini kian tajam bagai pisau yang akan menusukku tanpa ampun.


Hatiku bagai teriris-iris, saaakitt, sungguh sakit. Namun aku mencoba tersenyum dan memandang dunia bahwa semuanya kan baik-baik saja. Senyum hambar kurasakan dari bibir dan hatiku! Apakah kamu menyadari bahwa kamu si pembawa mimpi membuat hari-hariku kian sesak dan tak tertahankan lagi. Ironis sungguh ironis.

Aku mencoba bertahan dalam bayang semu, padahal jelas tertulis kebahagiaan sejati ada di depan mata tetapi kutolak hanya untuk dirimu saja si pembawa mimpi. Apakah mimpi indah ini akan menjadi suatu kisah yang berubah menjadi bencana?


Taukah kamu rasa hati yang tersayat-sayat dan tercabik-cabik oleh waktu yang kian berdentang cepat. Air mata sudah habis, tetapi sang pembawa mimpi terus memberikan mimpi indah. Lelah hati ini lelah tetapi mencoba untuk bertahan dalam raga yang perlahan akan tengelam dalam lautan air mata dan kesedihan. Waktu kan menjawab luka ini nyata atau semu.
Terima Kasih Atas Kunjungannya Teman
Judul: Ragu Menyusup Kalbu
Ditulis Oleh Arndt Sp
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Ragu Menyusup Kalbu ini. Sesama pecinta dunia blogger marilah kita saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya dan sudah membaca di sini. Salam Penuh Kasih dan Karya. Arndt SP

1 comments:

Thanks to leave good and polite comments here

 

The words is WORLD Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang